CUSTOMER FOCUS

..................................

WORK EXCELLENCE

..................................

INTEGRITY

..................................

TEAM WORK

..................................

CONTINUOUS LEARNING

..................................

Tampilkan postingan dengan label tips presentasi; presentasi efektif; kiat sukses presentasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tips presentasi; presentasi efektif; kiat sukses presentasi. Tampilkan semua postingan

Tips Sukses Bernegosiasi Dengan Baik dan Efektif

Selasa, September 24, 2013 | , , ,

Tips Sukses Bernegosiasi Dengan Baik dan Efektif

Cara negosiasi yang baik, efektif dan penuh percaya diri bisa mempengaruhi suksesnya proses negosiasi. Kendala bernegosiasi, langkah bernegosiasi yang tepat, contoh negosiasi yang bagus, bisa Anda simak pembahasannya berikut ini.

Baik dalam kehidupan sosial maupun pekerjaan, negosiasi sering dilakukan. Kadang negosiasi tidak selalu mudah, ada saatnya Anda mempertaruhkan suatu kesepakatan atau pada saat Anda kecewa, negosiasi bisa menjadi sesuatu yang mengintimidasi.

Beberapa tips negosiasi berikut bisa membantu Anda bekerja lebih efektif dengan customer, rekan kerja dan juga atasan Anda. Anda pun bisa menerapkan ini pada kehidupan sosial sehari-hari.

Pandangan Terhadap Proses Negosiasi

Negosiasi adalah suatu proses dimana dua atau lebih pihak yang bertemu untuk kepentingan dan tujuan yang berbeda, bekerja sama untuk menemukan solusi yang dapat diterima untuk masalah tersebut.

Dikarenakan negosiasi adalah suatu proses, setiap situasi negosiasi berbeda dan dipengaruhi oleh kemampuan sikap dan gaya dari individu yang mengerjakannya. Suatu negosiasi bisa terlihat kurang menyenangkan yang disebabkan adanya perseteruan, namun negosiasi tidak dapat di lakukan dengan perasaan yang buruk (bad mood) atau sikap pemarah.

Kendala Suksesnya Suatu Negosiasi
1. Melihat negosiasi sebagai konfrontasi
Perlu diingat bahwa negosiasi bukanlah suatu konfrontasi. Pada kenyataannya, negosiasi dikategorikan sebagai kerjasama antara dua belah pihak untuk mencari pemecahan masalah, dibandingkan dengan individu yang menginginkan KEMENANGAN dari suatu kontes.

2. Ketahuilah bahwa sikap yang ditimbulkan pada saat negosiasi (bermusuhan, bekerjasama) akan membawa pengaruh dari interaksi yang dilakukan. Suatu perkelahian akan Anda hadapi bila Anda seseorang yang konfrontasi.

3. Selalu berusaha untuk memenangkan di setiap situasi
Jika Anda “Menang” pasti ada yang kalah, dan itu akan menjadikan kesulitan pada suatu saat. Suatu pandangan yang bagus dalam negosiasi adalah mencoba untuk menemukan solusi dimana kedua belah pihak ”Menang”.

4. Menjadi emosional
Memang wajar bila emosional timbul saat bernegosiasi. Tapi ingat juga bahwa kemampuan Anda untuk bernegosiasi dengan benar akan berkurang bila Anda semakin emosional. Mengontrol emosi adalah hal yang juga tidak boleh terlupakan.
Tidak berusaha untuk mengerti orang lain
Mengertilah kebutuhan orang lain, dan mencoba untuk memahami keinginan tersebut. Mengapa? sebab Anda berusaha untuk mendapatkan solusi yang dapat diterima oleh kedua belah pihak.

Apabila Anda tidak dapat mengerti kebutuhan dan keinginan orang lain, dapat dipastikan negosiasi akan gagal. Seringkali, pada saat mencari tahu tentang seseorang, kadang malah menemukan bahwa sebenarnya tidak banyak pertentangan yang berarti.
1. Fokus pada pribadi, bukan pada masalah
Kadang persepsi sulitnya orang lain diajak bekerjasama hadir saat berhadapan dengan orang yang tidak Anda sukai. Pada saat ini terjadi, negosiasi yang efektif akan gagal. Penting sekali untuk tetap pada masalah (issue) yang ada dan menyingkirkan ketidaksukaan kita dari orang tersebut.

2. Menyalahkan orang lain
Dalam setiap pertikaian ataupun negosiasi, setiap pihak akan memberikan sesuatu yang akan membuat lebih baik ataupun lebih buruk. Suasana yang tidak menyenangkan akan tercipta jika Anda menyalahkan seseorang. Namun jika Anda bertanggung jawab terhadap masalah tersebut, Anda menciptakan suatu semangat dalam bekerjasama.

Tips Negosiasi
1. Menyamakan persepsi
Pertanyaan dibawah ini bisa Anda gunakan dalam bernegosiasi untuk mengetahui perhatian dan keinginan seseorang.
- Apa yang Anda inginkan dari saya untuk hal ini?
- Apa yang Anda khawatirkan dari apa yang saya usulkan atau tanyakan?
Jika Anda ingin mendapatkan jawaban dari keinginan dan perhatian mereka, lakukan pengulangan agar Anda benar2 memahami apa yang dikemukakan.

2. Siapkan alternatif
Beberapa alternatif perlu Anda persiapkan sebelum negosiasi. Alternatif tersebut akan Anda ajukan bila usulan Anda tidak diterima. Antisipasi pula mengapa pihak lain menolak usulan Anda, dan siapkan jawaban untuk alternatif lain.

3. Jangan mendebat
Bernegosiasi tentu berbeda dengan berdepat. Negosiasi adalah menemukan solusi (kesepatakan). Berdebat adalah cara untuk membuktikan bahwa orang lain salah. Perlu diketahui, pada saat negosiasi berlangsung apabila setiap pihak berusaha membuktikan bahwa pihak lainnya salah, kesepakatan tidak akan berlanjut.
Jangan habiskan waktu untuk berdebat. Jika Anda tidak setuju dengan sesuatu, kemukakan keberatan Anda dengan lemah lembut namun dengan cara yang tegas. Jangan merendahkan orang lain atau berusaha mengadu kekuatan.

4. Pertimbangkan waktu yang tepat
Tidak selalu negosiasi menjadi jalan yang tepat. Ada saatnya negosiasi menjadi buruk seperti pada saat berikut ini.
- Tingkat emosional yang tinggi di masing-masing pihak
- Tidak fokus
- Tingkat stress
- Kelelahan pada satu pihak atau pihak lainnya
Hindarilah semua situasi tersebut. Bila masalah itu muncul pada saat negosiasi berlangsung, ambil waktu istirahat atau mengatur ulang jadwal pada saat yang tepat.
Semoga tips diatas bisa membantu negosiasi Anda. Anda pun bisa membagikan tips bernegosiasi yang Anda miliki dengan meninggalkan komentar dibawah.

Read More

Tips Jitu Sukses dan lama lewat Internet

Minggu, September 08, 2013 | , , , , , ,

Tulisan ini dibuat, ketika tetangga-tetangga saya masih bingung dengan kehidupan sayaApakah saya memelihara tuyul? Bisa makan dan hidup di rumah, tanpa cari uang di luar
Padahal saya sendiri masih newbie dan  masih terus belajar

Bagaimana cari uang lewat internet? Sebuah pertanyaan basi tapi sampai saat ini masih membingungkan sebagian orang. Saat pertanyaan ini muncul, ada pertanyaan lain yang cukup penting untuk dibahas, yaitu uang seperti apa dan bagaimana yang ada di internet. Kalau sudah seperti ini, tentu pembahasannya jadi lain.

INTERNET MARKETING
Sering dilupakan kebanyakan orang baik pemula atau yang sudah jamuran, bahwa sistem bisnis yang digunakan di internet marketing adalah Network atau jaringan. Berbeda dengan sistem konvensional atau waralaba, di dalam network marketing ada strategi penjaringan yang mesti dibangun. Jaring yang satu dengan yang lainnya sangat berdampak dengan keberhasilan suatu usaha di internet.

Misal, Anda ingin menjual sebuah Perumahan di Jakarta Selatan atau ingin membuat toko online baju, apakah Anda dapat berdiri sendiri dengan mengandalkan harga murah di toko online Anda. Jika biasa bermain di bisnis konvensional, mungkin yang terbayang di otak Anda adalah cukup memasang iklan atau menyebarkan kartu nama.  Kalau sudah seperti itu, maka gugurlah pernyataan bahwa cari uang di internet sangat murah atau bahkan tanpa modal, karena untuk memasang iklan butuh modal yang lumayan besar.

Sebenarnya sudah banyak blogger yang telah menuliskan tips bagaimana cara cari uang lewat di internet, baik cara cepat, lambat, dan bahkan ada yang super cepat. Silahkan browsing aja di Google, tapi yang akan saya bahas di sini adalah garisan singkat konsep bagaimana uang internet itu bisa diraih.

Tentukan pilihan Anda?

Saya ingin menjalankan Bisnis online
Saya ingin Kerja Online

Kalau sudah dijawab, ada beberapa hal yang perlu dipertimbangan:

BISNIS ONLINE
1. Apakah Anda punya modal antara Rp. 10 juta -  Rp. 500 juta
2. Dapatkan modal tersebut digunakan untuk membayar gaji pegawai / freelance dan sampai berapa lama
3. Dapatkah modal tersebut untuk memasang iklan ke situs-situs pihak ketiga, seperti situs Jejaring Iklan, seperti Googla Adword atau situs jejaring sosial.
4. Apakah Anda punya produk?
Kalau semuanya bisa Anda lakukan, selamat, Anda bisa membangun sebuah situs besar (big site).

Kuncinya adalah produk yang ditawarkan murah, grosir, atau gratis.
Jika produk yang ditawarkan adalah jasa, kuncinya adalah seberapa besar jasa yang ditawarkan itu dapat menguntungkan client dan freelance.

Untuk melengkapi itu semuanya butuh riset.

Riset:
Harga produk kompetitor. Sekali lagi apakah murah, grosir, atau gratis
Tinggal kebutuhan produk,
Tujuan melakukan riset adalah untuk mengetahui jumlah kunjungan per hari/bulan/tahun dari produk tersebut. JIka hasil risetnya sepi kunjungan, sebaiknya dipikirkan masak-masak untuk memasarkan produk di internet. Misal, Anda mau jualan Gigi Palsu. Apakah banyak atau tidak yang akan membeli produk tersebut?

Bagaimana caranya meriset? Seorang entrepreneur sejati, tidak perlu disibukan dengan hal ini. Silahkan cari teman yang mengerti atau browsing saja di Google: "jasa riset pasar online" atau "jasa riset keyword".

Selama menjalani bisnis online ini, jangan sampai melupakan sistem reseller afiliasi atau dropship, karena kedua hal ini cukup bermanfaat untuk memperbesar income anda.

KERJA ONLINE
Apakah Anda punya Blog atau website pribadi
Apakah Anda memiliki kemampuan membanyak follower atau teman di situs jejaring social , seperti Facebook atau twitter
Apakah Anda punya kemampuan praktis, seperti translater, penulis, desain grafis, dan sebagaimana
Apakah Anda cuma punya modal komputer dan koneksi internet, tapi tidak punya kemampuan yang disebutkan di atas.

Untuk Pertanyaan 1 sudah saya bahas di postingan sebelumnya: Cara Sukses Cari Uang Lewat Blog
Sedangkan untuk jawaban 2 - 4, sudah saya bahas di postingan  Cari Uang Tanpa Modal di Internet
Anda juga bisa membaca postingan Cari Uang Lewat Ekiosku.com. Sebuah afiliasi terbaru yang cocok untuk Anda yang memiliki sebuah blog atau akun situs jejaring social
Silahkan dibaca, dan selalu sukses untuk kita semua

Re-pos dari blog Bangsa Prabu
http://ruangkeluargaku.blogspot.com/2013/07/bagaimana-cari-uang-lewat-internet.html

Read More

TIPS MEMASARKAN PRODUK BARU DAN DITERIMA PASAR

Senin, Juli 15, 2013 | , , , , , ,

Setiap tahun ribuan produk dan layanan baru menyerbu pasar, dan jutaan rupiah pun dihabiskan sebagai dana promosi. Dana khusus itu bisa jadi memang kecil nilainya, kalau produk itu berhasil baik menembus pasar. Namun kenyataan menyedihkan yang justru terjadi, sebagian besar usaha itu gagal. Mengapa?


Taruh kata  sebuah produk atau ide menarik muncul. Semakin lama dipikirkan, dirembuk dengan keluarga, teman, rekan pengusaha, dan sebagainya semakin dalam kita jatuh cinta dengan produk atau gagasan itu.


Kita pun lalu berpendapat, tidaklah perlu menghabiskan uang hanya untuk riset pasar. Malah jangan-jangan justru ada orang mencuri ide kita. Mudah-mudahan pertanyaan-pertanyaan di bawah ini bisa menuntun kita dalam mengumpulkan informasi untuk mengambil keputusan.

Adakah orang-orang (konsumen) yang membutuhkan produk itu?

Seberapa unik dan praktiskah produk itu?

Wajarkah harga ecerannya nanti menurut penilaian konsumen? Layakkah keuntungan yang kita dapatkan pada tingkat harga itu?

Apakah produk ini hanya bersifat musiman? Mungkinkah mengumpulkan laba yang layak selama kurun waktu pendek tersebut? Dapatkah menembus pasar sebelum musimnya berlalu?

Cukup menarikkah ia hingga bisa masuk ke pasar yang cukup luas? Atauhkah justru ada pasar yang kecil, namun sangat antusias untuk mendapatkannya?

Apakah dalam memasarkan, kita dapat mencapai para pembeli potensialnya?

Apakah kita tergantung dengan pihak lain dalam soal sumber-sumber manufaktur, pengemasan, dan pemasaran?

Terakhir, bila jadi memproduksi barang itu, apakah kita beroleh laba yang layak untuk segala dana, usaha, dan waktu yang diinvestasikan?

Pertanyaan-pertanyaan itu merupakan salah satu bentuk riset pemasaran. Sekalipun pertanyaannya sederhana, tetapi banyak pengusaha tidak memiliki cukup pengalaman atau waktu untuk menjawabnya dengan akurat. Jika kita termasuk kelompok itu, ada tiga cara paling umum untuk menyelesaikannya.


Pertama, pakailah jasa profesional pemasaran. Kekurangan cara ini, selain mungkin paling banyak menghabiskan uang, kita juga akan sangat tergantung padanya. Namun, efisiensi waktu yang tercipta pun akan maksimal.


Kedua, mintalah bantuan seorang guru mata kuliah pemasaran di sebuah perguruan tinggi atau seorang instruktur kursus pemasaran. Mungkin riset yang kita butuhkan itu dapat dijadikan tugas di kelas yang ia bimbing. Memang biaya yang dikeluarkan tidak sebesar cara pertama, namun waktu pelaksanaannya bisa berlarut-larut.


Ketiga, pergi ke perpustakaan atau toko buku untuk belajar dari buku pemasaran Do-It-Yourself (melakukan semua sendiri). Cara ini memang paling sedikit aspek ketergantungannya terhadap pihak lain. Namun, bersikap objektif, meskipun seringkali amat sulit. Di lain pihak, banyak juga pengusaha yang telah berhasil melakukannya

Tips  Memasarkan Produk Baru

Apa sih manfaatnya marketing plan atau rencana pemasaran bagi seorang entrepreneur?

Ada beberapa tujuan marketing plan itu, seperti:

- mencari tahu pasar, bagaimana tipe pelanggan dan pesaing,

- membangun langkah-langkah untuk mendapatkan pelanggan baru

- mempertahankan pelanggan yang sudah ada,

- memprediksi dan mengenali pola perubahan.

Sebuah rencana pemasaran (marketing plan) harus menemukan apa yang pelanggan suka maupun yang tidak disukai.

Lalu berikutnya harus bisa menemukan ekspektasi atau harapan pelanggan terhadap produk kita.

Marketing itu seperti gadis cantik, penuh imajinasi!
Oke, ayo kita cermati 7 panduan dasar marketing berikut ini:

Anda harus punya metode baku pada 4 komponen ini (4P):
product (produk)
price (harga)
place(tempat)
promotion (promosi).

Tentukan dengan jelas target pasar untuk produknya. Perjelas data demografi yang lengkap seperti : usia, jenis kelamin, karir, tingkat pendapatan atau di mana pelanggan tinggal. Makin detail makin bagus, sehingga nanti anda bisa dengan mudah mencari model promosi yang tepat.

Kenali pesaing Anda. Artinya, anda harus tahu betul apa persamaan dan perbedaannya dengan produk anda.
Jawab pertanyaan berikut: “Mengapa saya (pelanggan) harus membeli produk anda?” Ini artinya adalah: Gambarkan bagaimana produk Anda, dan coba menerangkannya seakan-akan anda adalah pelanggannya. Buat penjelasan produk dari persepsi pelanggan. Apa untungnya bagi pelanggan jika memilih produk anda, dan berikan alasan yang kuat, mengapa pelanggan harus memilih produk anda.

Susun anggaran biaya promosi dengan baik. tentukan besarannya, dan tracking feedbacknya.
Bikin strategi harga. Strategi ini bisa mencontoh yang orang lain lakukan. Ini sangat penting karena akan menentukan posisi produk anda di pasar. Penentuan harga dapat dibuat berdasarkan tujuan/target pasar yang anda buat tadi. lalu bikin pula harga yang bertingkat yang memungkinkan orang tertarik menjualkan kembali produk anda sebagai reseller atau agen. Berikan porsi keuntungan yang besar bagi agen/reseller.

Buatlah strategi promosi yang efisien. Seperti beriklan di TV atau koran, atau di web-web yang terkenal sesuai dengan target pasar yang dibidik. Sekali lagi, bikin sistem tracking feed back yang baik, misalnya dengan menanyakan pada pelanggan informasi produk anda diperoleh dari mana. Sehingga anda benar-benar tahu iklan/promosi mana yang paling baik.

Read More

7 Tips to Effectiveness Presentation Skills

Kamis, Juli 11, 2013 | , , , , , , ,

7 Tips to Effectiveness Presentation Skills

Studies show that many people have more fear of public speaking than of dying. That's huge. Whether you're giving your first presentation or your 100th, these tips will help you give less fearful, more powerful presentations.

Step 1
Plan, Prepare, and Practice.

The first step is to plan your verbal presentation - what you're going to say. When giving a presentation, you should always talk about something you know - something in which you are an expert. Credibility is important to get people to listen to you.

If you're stuck on planning a talk, use this formula: Tell them what you're going to tell them. Tell them. Tell them what you told them.

Once your presentation is complete - practice, practice, practice. Know your talk so well you could give it in your sleep. But so you won't put your audience to sleep, follow these next tips.

Step 2
Focus on your visual presentation.

The visual aspect of your presentation is the most important in getting your message across. It includes your body language, gestures, facial expression, eye contact, appearance, and visuals such as PowerPoint - all of what the audience sees.

The people in your audience will form their first impressions of you when you walk into the room. So dress for success and appear confident and friendly, even if your knees are knocking.

Good posture and natural gestures are important. Your most important facial expression is your smile. Smile and they won't notice if you're nervous. The most important visual is eye contact. Look at each person during your talk.

Use visuals whenever possible. Some basic rules for PowerPoint are that your slides should always be in color (no exceptions) and use graphics. If you're talking about going green, for example, show video, photographs, or clip art that represent what you're saying in each slide. Don't hesitate to be humorous if it feels right for you.

Step 3
Use variety in your vocal presentation.

The second most important aspect is your vocal presentation - how you use your voice. It includes volume, pace, tone, inflection, and enunciation. Speak loudly and clearly (even with a microphone), not too fast or slow.

Vary you pace and don't forget the all-important PAUSE. Don't be afraid of silence and say "uh." Pause before and after you make a point; it makes your listeners' ears perk up. If you go along in a monotone, don't be surprised if they go to sleep. Pausing can make you sound conversational. Say, "There's one thing that (short pause) can make recycling more effective." That slight hesitation makes it seem as if you're just thinking of what you're going to say next, as you would in a conversation.

Use a downward inflection at the end of a sentence. Don't say, "More and more people are composting than ever before?" You're telling them, not asking them. This is a bad habit a lot of people have, even experienced speakers. Don't be guilty of doing this or you'll sound wishy-washy and unsure of yourself. A fatal flaw for speakers.

Step 4
Use notes, but don't read or memorize.

When I prepare a talk, I think of what I want to say and say it aloud. Then I write a phrase or some key words that will remind me of what I want to say. I'll type a twenty-minute talk on one or two sheets of paper with just notes that guide me to the next point.

There are a couple of exceptions to this rule. Since your introduction and closing are most important, it's okay to memorize them so you can begin and end with confidence and effective eye contact. Also, if you're quoting someone, it's all right to write the quote in full and read some (not all) of it.

If you're going to allow for questions and answers, do them before closing your talk. You want to leave them with your strongest point and call to action. I like to end by saying, "I'll leave you with these words of..." and give a powerful quote that sums up my presentation. Don't end by saying, "thank you," as if they're doing you a favor. You're doing them a favor. If you must, say instead something like, "You've been a great audience and I've really enjoyed being here."

Step 5
Tell stories.

Tom Peters said, “The best leaders…almost without exception and at every level...are master users of stories and symbols.” And, of course the best leaders are the best speakers.

Tell them the story of how you got your children to turn off lights, save water, and recycle. Your stories should be personal and related to a point you're making. Have you ever gotten teary-eyed or a lump in your throat when a speaker told you how they escaped death in a car accident? Make 'em laugh; make 'em cry. They'll relate to and remember you for it. And stories just make your presentation a lot more personal and interesting.

Step 6
Control your fear of public speaking.

Notice I didn't say eliminate it, although you may reach that point with enough experience. A little nervousness is a good thing - it keeps you on your toes and gives you energy. Just don't let it show. Steve Bull advises, "Nerves and butterflies are fine - they're a physical sign that you're mentally ready and eager. You have to get the butterflies to fly in formation, that's the trick."

There are only two reasons I can think of to be nervous or fearful of giving a presentation. One, you're putting too much importance on what people think of you (ego). Think of what you can do for them instead; that's what you're there for. And know that audiences are on your side. They want you to do a good job; they're not sitting there judging you unless you're awful. Your presentation is for them - not you.

The other reason - a legitimate one - to be nervous is if you're unprepared. There's no excuse for this. People don't mind if you make mistakes or lose your place, but they do mind if you bore them or show a lack of concern for them by not being prepared.

Step 7
Get speech coaching.

Hopefully, these steps have given you some ideas on improving your presentation skills. The best way to make huge improvements is to hire a professional coach. Every experienced, dynamic speaker has had one. Your coach will support you and diplomatically point out ineffective things you're doing that you may be unaware of on your own.

Here's to your success as a personable, professional, powerful presenter!

There are three aspects of a presentation - visual, vocal, and verbal. These seven steps will help you develop more effective presentation skills, reduce your fear of public speaking, and give you podium power.

Read More